Sunday, June 9, 2013

Pemimpin Dambaan

0

Pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial, dimana tentu saja dan tak ada yang akan meragukan, manusia yang masih bisa menghembuskan nafas untuk tetap berpijak di muka bumi ini, tak akan pernah bisa hidup sendiri. Percayalah! Meskipun dia memiliki tenaga sekuat apapun, akan tetapi pasti suatu saat membutuhkan bantuan orang lain yang ada di sekitarnya, untuk lebih mempermudah urusannya, dalam mencapai tujuan yang ia gagaskan dalam susunan saraf pikirannya

Sudah pasti dalam dunia ini tidak mudah menjalani kehidupan secara berkelompok mengingat masing-masing individu mempunyai kepentingan dan keinginan yang berbeda. Terkadang, masalah antarindividu maupun antarkelompok pun tidak dapat dihindari. Diperlukan sosok jiwa kepemimpinan yang sejati dalam kehidupan ini. Jiwa yang haus untuk menegakkan keadilan, jiwa yang penuh dengan semangat dan kecerdasan sehingga mampu mengatasi masalah rumit yang terjadi sekalipun.

         Pada dasarnya dalam diri setiap manusia memiliki jiwa kepemimpinan karena ini memang merupakan anugerah dari-Nya. Minimal, seorang manusia harus dapat memimpin dirinya sendiri. Hendak berbuat apakah dirinya untuk kebaikan dan kualitas hidupnya. Jika seseorang telah mampu memimpin dirinya ke jalan yang benar, berarti ia mampu menjadi contoh bagi orang lain. Kepemimpinan yang sejati telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad Sallallahu’alahi wasallam. Pemimpin ala Rasulullah ialah pemimpin yang mampu memberikan keteladanan yang baik yaitu mampu memberikan contoh yang baik bagi orang-orang sehingga dapat mencetak pemimpin-pemimpin hebat selanjutnya.

Pemimpin yang sukses, yang hebat, dan yang baik tidak muncul secara kebetulan. Pemimpin yang hebat dan sukses adalah pemimpin yang senantiasa menghayati karir kepemimpinan, pemimpin yang senantiasa mau untuk berproses. Pemimpin yang sukses senantiasa berupaya menciptakan dan mengambil langkah inspiratif dan menarik dari orang-orang yang dipimpinnya.

Setiap pemimpin ingin menjadi pemimpin yang terbaik. Namun tidak semua pemimpin memiliki kiat dan instrumen untuk menjadi pemimpin yang terbaik. Mungkin banyak pemimpin yang mengklaim bahwa dirinya adalah pemimpin terbaik, namun itu hanyalah klaim pribadi sehingga ada kemungkinan salahnya.

Harry Purnama, dkk. (2009:7) memberi kiat-kiat untuk menjadi pemimpin yang hebat, pertama; tingkatkan pengaruh Anda secara luar biasa, jangan tanggung-tanggung, kedua; Anda harus lebih bermanfaat (amanah) kepada banyak orang dalam tim Anda, melangkahlah lebih, dan ketiga; lakukanlah langkah nyata, Anda harus berubah, mencintai pekerjaan Anda lebih baik lagi dan cintailah tim kerja Anda lebih baik lagi hari ini.
Pemimpin yang hebat adalah pemimpin yang dapat bekerja secara efektif dengan mempertimbangkan sisi-sisi kemanusiaan bagi orang-orang yang dipimpinnya sebagai wujud pelayanan dari seorang pemimpin.
Selain itu ada beberapa pula hal tentang ciri-ciri pemimpin berkarakter yakni sebagai berikut:
1. Jujur terhadap diri sendiri dan orang lain. Jujur dengan kekuatan diri dan kelemahan dan
    usaha untuk memperbaikinya.
2. Pemimipin harusnya berempati terhadap bawahannya secara tulus.
3. Memiliki rasa ingin tahu dan dapat didekati sehingga orang lain merasa aman dalam menyampaikan umpan balik dan gagasan-gagasan baru secara jujur, lugas dan penuh rasa hormat kepada pemimpinnya.
4. Bersikap transparan dan mampu menghormati pesaing dan belajar dari mereka dalam situasi kepemimpinan ataupun kondisi bisnis pada umumnya.
5. Memiliki kecerdasan, cermat dan tangguh sehingga mampu bekerja secara professional keilmuan dalam jabatannya.
6. Memiliki rasa kehormatan diri dan berdisiplin pribadi, sehingga mampu dan mempunyai rasa tanggungjawab pribadi atas perilaku pribadinya.
7. Memiliki kemampuan berkomunikasi, semangat " team work ", kreatif, percaya diri, inovatif dan mobilitas.
Serta memiliki jenis dan macam gaya kepemimpinan yang diantaranya  :
1. Gaya Kepemimpinan Otoriter / Authoritarian Adalah gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh. Segala pembagian tugas dan tanggung jawab dipegang oleh si pemimpin yang otoriter tersebut, sedangkan para bawahan hanya melaksanakan tugas yang telah diberikan.
2. Gaya Kepemimpinan Demokratis / Democratic
Gaya kepemimpinan demokratis adalah gaya pemimpin yang memberikan wewenang secara luas kepada para bawahan. Setiap ada permasalahan selalu mengikutsertakan bawahan sebagai suatu tim yang utuh. Dalam gaya kepemimpinan demokratis pemimpin memberikan banyak informasi tentang tugas serta tanggung jawab para bawahannya.
3. Gaya Kepemimpinan Bebas / Laissez Faire
Pemimpin jenis ini hanya terlibat delam kuantitas yang kecil di mana para bawahannya yang secara aktif menentukan tujuan dan penyelesaian masalah yang dihadapi.

Dari penjelasan diatas dapat dirangkum atau disimpulkan sisi kepemimpinan bisa dilihat dalam tiga aspek penting yakni:
1. Perubahan karakter dari dalam diri (character change)
2. Visi yang jelas (clear vision)
3. Kemampuan atau kompetensi yang tinggi (competence)
Ketiga hal tersebut dilandasi oleh suatu sikap disiplin yang tinggi untuk senantiasa bertumbuh, belajar dan berkembang baik secara internal (pengembangan kemampuan intrapersonal, kemampuan teknis, pengetahuan, dll) maupun dalam hubungannya dengan orang lain (pengembangan kemampuan interpersonal dan metoda kepemimpinan).

Seperti yang dikatakan oleh John Maxwell: ”The only way that I can keep leading is to keep growing. The day I stop growing, somebody else takes the leadership baton. That is the way it always it.” Satu-satunya cara agar saya tetap menjadi pemimpin adalah saya harus senantiasa bertumbuh. Ketika saya berhenti bertumbuh, orang lain akan mengambil alih kepemimpinan tersebut.

Sang Jendral Buron

0



Barangkali peristiwa ini hanya terjadi di Indonesia. Seorang jendral yang telah diputus bersalah oleh mahkamah tinggi menjadi buron aparat hukum karena menolak untuk dijebloskan ke dalam penjara. Alih-alih sang jendral bersikap ksatria dengan menghadapi vonis yang diterimanya, ia malah muncul jumawa di Youtube dari tempat persembunyiannya. Melalui tayangan video yang dapat disaksikan sejagad, ia berdalih bahwa ketidakpatuhannya terhadap putusan tersebut adalah demi penegakan hukum. Sebelumnya, ia malah mengerahkan hampir 30 orang pengawal dengan ancaman siap menembak para eksekutor yang hendak membawanya ke hotel prodeo.

Apa pun perdebatan tehnis hukum yang disampaikan sang jendral beserta para pembelanya, publik menonton sandiwara yang tidak masuk akal di panggung hukum nasional. Bagaimana mungkin seseorang yang telah diputus bersalah di pengadilan tingkat pertama hingga pengadilan yang lebih tinggi, bahkan sampai tingkat kasasi, menolak eksekusi hanya karena interpretasi bahasa dalam keputusan tersebut? Apakah masuk akal jika banding yang diajukan seorang terpidana ditolak maka banding tersebut menggugurkan hukuman di pengadilan di bawahnya dan hanya diinterpretasikan sebagai kewajiban untuk membayar biaya perkara? Kalau demikian keadaannya, semua banding yang menguatkan vonis di pengadilan yang lebih rendah harus batal demi hukum. Bukankah setiap orang yang telah diputus bersalah harus menjalani semacam hukuman sebagai bentuk pertanggungjawaban atas apa yang telah diperbuatnya, apa pun bentuk hukuman tersebut?
Lepas dari persoalan hukum yang sebenarnya sangat sederhana ini, sang Jendral yang buron dan keengganannya menjalani konsekuensi dari apa yang telah diperbuatnya mencerminkan beberapa kebobrokan dalam persoalan hukum kita.

Pertama, hukum kita hanya tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas. Kalau yang terpidana adalah orang biasa, rakyat kebanyakan, aparat hukum akan dengan garang mengeksekusi keputusan. Sebaliknya, bila yang terpidana adalah orang berpangkat, apalagi mantan jendral yang juga mantan penegak hukum, aparat sepertinya tidak berdaya. Apalagi, bila terpidana adalah orang yang dulunya sangat berkuasa, sisa-sisa kekuasaan masih melekat padanya dan ia masih memiliki banyak pengikut setia yang rela berkurban untuk mencegah eksekusi hukuman ini. Terlebih lagi bila terpidana masih memiliki uang yang berkelimpahan. Dengan uang ia bisa melindungi dirinya dan minta perlindungan dari pihak lain. Dari tayangan televisi, publik bisa dengan mudah menebak betapa kayanya sang Jendral buron ini karena kepemilikannya atas beberapa rumah mewah di kawasan elit di Jakarta dan Bandung. Asetnya yang melimpah ini sekaligus menimbulkan pertanyaan publik, bagaimana dan dari mana sang Jendral mengumpulkan pundi-pundi kemakmurannya?

Kedua, kewibawaan hukum kita semakin merosot. Kejaksaan yang diberi wewenang untuk menjalankan hukum yang seadil-adilnya bagi setiap warga negara tidak mampu menjalankan tugas dengan semestinya. Kaburnya sang Jendral adalah penanda yang semakin mengonfirmasi bahwa penegak hukum telah kehilangan wibawa. Bukan hal yang aneh bahwa di negara kita, kantor polisi diserbu rakyat. Polisi tidak mampu menertibkan rakyat yang melanggar aturan. Lalu lintas di jalan raya semrawut karena aparat hukum, dalam hal ini polantas dan aparat Dishub, tidak berani menindak tegas para pemakai jalan yang melanggar aturan berlalu lintas. Contoh sederhana ini memberi bukti bahwa aparat hukum tidak berwibawa untuk menegakkan aturan yang semestinya. Setiap kali ada pelanggaran, uang dan suap menjadi jalan keluar. Para pelanggar hukum tahu bahwa uang akan membebaskan mereka dari hukuman. Kalau aparat hukum sudah berkolusi dengan para pelanggar hukum, sudah barang tentu kewibawaan hukum tak akan pernah dapat ditegakkan.

Merosotnya kewibawaan aparat diperparah dengan buruknya kepatuhan masyarakat terhadap hukum. Ketidakpatuhan masyarakat terhadap hukum mudah diamati di ruang-ruang publik. Tengoklah tempat keramaian seperti pasar. Pembiaran pelanggaran yang dilakukan para pedagang yang menggelar dagangan di tempat terlarang menjadi pemandangan yang biasa. Dengan alasan ekonomi, orang kecil memaksakan kehendak dengan tidak mematuhi aturan. Penyerobotan tanah negara, pendudukan daerah bantaran kali, dan perampasan kawasan pejalan kaki oleh pedagang kaki lima merupakan pemandangan yang dapat dan mudah ditemui di segala penjuru. Ketidakpatuhan masyarakat terhadap aturan yang mengatur kehidupan bersama agar tertib, aman, dan nyaman ini dikalahkan oleh alasan-alasan ekonomi yang dipaksakan. Parahnya, hal ini dibiarkan oleh para aparat penegak hukum. Kalau pun ada penertiban, hal ini hanya bersifat sementara. Dalam banyak kasus yang lebih mengkhawatirkan, ketidakpatuhan ini bahkan dikelola oleh para preman yang berkolusi dengan aparat hukum. Kalau orang kecil saja yang tidak patuh hukum dibiarkan, bagaimana dengan orang besar dengan pangkat jendral? Tentu aparat hukum lebih gamang dalam menjalankan putusan pengadilan.

Kasus buron Jendral ini tentu menjadi indikasi karut-marutnya hukum di Indonesia. Hukum yang tak bisa tegak dapat mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tentu persoalan ini bukan urusan penegakan hukum semata, tetapi juga perlu melibatkan kesadaran masyarakat untuk menaati apa yang telah dijadikan hukum. Sayangnya, dalam hal ini, sang Jendral tidak memberi teladan bagi masyarakat. Jangan salahkan rakyat bila pelanggaran dan ketidakpatuhan semakin marak dalam kehidupan kita

Monday, April 22, 2013

Apa HUB dan SWITCH itu ?

0

Bentuk fisik HUB serta SWITCH sama, manfaat umumnya juga sama yakni menghubungkan pada device jaringan atau komputer didalam suatu jaringan. Hingga sampai cara kerjanya pun tidak berbeda jauh. Yang membedakannya yaitu HUB adalah satu device pada jaringan yang dengan konseptual beroperasi pada layer ( physical layer ). Maksudnya, HUB tidak menyaring menerjemahkan suatu hal, hanya mengetahui kecepatan transfer data serta susunan pin pada kabel.

Dan cara kerja alat ini yaitu lewat cara mengirimkan tanda paket data ke seluruh port pada hub hingga paket data tersebut di terima oleh seluruh komputer yang terkait dengan HUB. Tanda yang diantar tersebut diulang-ulang meskipun paket data sudah di terima oleh komputer tujuan. Hal ini mengakibatkan manfaat colossion seringkali berlangsung. Contohnya saat ada pengiriman paket data dari port a ke port b serta pada waktu yang sama ada pengiriman paket data dari port c ke port d, maka dapat berlangsung tabrakan ( collision ) dikarenakan menggunakan jalur yang sama ( jalur broadcast yang sama ) hingga paket data dapat jadi rusak yang menyebabkan pengiriman lagi paket data.

Jika perihal ini kerap berlangsung maka collison yang berlangsung bisa mengganggu kegiatan pengiriman paket data yang baru ataupun ulangan. perihal ini menyebabkan penurunan kecepatan transfer data. oleh dikarenakan itu dengan fisik, hub memiliki lampu led yang mengindikasikan berlangsung collision. Saat paket data diantar melewati di antara port pada hub, maka pengiriman paket data tersebut dapat tampak serta terkirim ke tiap-tiap port yang lain hingga bandwidth pada hub jadi terbagi ke seluruh port yang ada. makin banyak port yang ada pada hub, maka bandwidth yang ada jadi makin kecil untuk tiap-tiap port. perihal ini bikin pengiriman data pada hub dengan banyak port yang terhubung pada komputer jadi lambat.

Sedangkan SWITCH adalah satu device pada jaringan yang dengan konseptual ada pada layer 2 ( datalink layer ) serta ada yang layer 3 ( network layer ). maksudnya, switch pada waktu pengirimkan data ikuti mac address pada nic ( network interface card ) hingga switch tahu pada siapa paket ini dapat di terima. Apabila ada collision yang berlangsung adalah collision pada port-port yang tengah saling berkirim paket data.

Contohnya saat ada pengiriman paket data dari port a ke port b serta pada waktu yang sama ada pengiriman paket data dari port c ke port d, maka tak lagi berlangsung tabrakan ( collision ) dikarenakan alamat yang dituju tidak sama serta tidak menggunakan jalur yang sama. Semakin banyak port yang ada pada switch, tak lagi merubah bandwidth yang ada untuk tiap-tiap port. saat paket data diantar melewati di antara port pada switch, maka pengiriman paket data tersebut tak lagi tampak serta tidak terkirim ke tiap-tiap port yang lain hingga tiap-tiap port memiliki bandwidth yang penuh. perihal ini mengakibatkan kecepatan pentransferan data lebih terjamin.

Jadi dapat disimpulkan perbedaan hub serta switch dari info di atas  bahwa switch lebih baik dari pada hub dengan perbandingan konseptual ataupun dengan prinsip kerjanya. Perbedaan cara kerja ini adalah jadi perbedaan mendasar pada hub dengan switch.

Perbedaan ini juga menyebabkan transfer data switch lebih cepat dari pada hub dikarenakan switch segera mengirim paket data ke komputer tujuan, tidak mengirim ke seluruh port yang ada ( broadcast ) hingga bandwidth yang ada pada switch bisa dipakai dengan penuh.

Berbagi Koneksi Internet dengan WIFI

0

Kita dapat menggunakan satu buah line internet digunakan bersama-sama dengan laptop / PC yang telah dilengkapi dengan WIFI. Kebetulan saya mempunyai koneksi internet 3G, dan di rumah saya ada sebuah laptop dan satu buah PC yang telah memiliki Card Wireless. Koneksi 3G ini biasanya saya gunakan pada Laptop untuk berinternet, Pada saat yang bersamaan anak saya juga ingin menggunakan internet untuk mengerjakan tugas2 dari sekolahnya. Lalu saya coba untuk melakukan sharing internet di laptop saya agar dapat digunakan juga pada PC / Komputer yang digunakan anak saya. Dan saya coba utak-utak dilaptop pada Network connection, dan hasilnya saya dapatkan catatan2 sebagai berikut.

Setting share pada koneksi jaringan internet.
1. Jangan koneksikan dahulu internet, saya menggunakan 3G.
2. Klik Start – Control Panel – Network Connection.
3. Klik kanan Pada jaringan koneksi Internet (misl : Indosat 3G)
4. Klik Properties
5. Klik tab Advanced
6. Pada bagian Internet Connection Sharing, beri tanda cetang (ceklist) pada Allow other network usert to connect through this computer’s Internet connection, Pilih Wireless Network Connection pada bagian Home Networking Connection.
7. Klik OK

Network Operating System

0

Network Operating System ( Sistem Operasi Jaringan ) adalah sebuah jenis sistem operasi yang ditujukan untuk menangani jaringan. Umumnya, sistem operasi ini terdiri atas banyak layanan atau service yang ditujukan untuk melayani pengguna, seperti layanan berbagi berkas, layanan berbagi alat pencetak (printer), DNS Service, HTTP Service, dan lain sebagainya. Istilah ini populer pada akhir dekade 1980-an hingga awal dekade 1990-an.

Beberapa sistem operasi jaringan yang umum dijumpai adalah sebagai berikut:

•    Microsoft MS-NET
•    Microsoft LAN Manager
•    Novell NetWare
•    Microsoft Windows NT Server
•    GNU/Linux
•    Banyan VINES
•    Beberapa varian UNIX, seperti SCO OpenServer, Novell UnixWare, atau Solaris

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_operasi_jaringan

Software untuk Memindai alamat IP (Angry IP Scanner)

0



Angry IP Scanner  adalah open source dan cross-platform network scanner yang dirancang cepat dan mudah digunakan. Software ini banyak digunakan oleh administrator jaringan. Sebab dengan tools ini Admin akan bisa mengetahui jika ada host yang mencurigakan, serta memudahkan dalam mengawasi jaringannnya.

Aplikai ini berjalan di sistem operasi Linux, Windows, dan Mac OS X.



Untuk dapat menggunakan software ini, temen-temen dapat mengunduhnya di :
* Windows
(http://sourceforge.net/projects/ipscan/files/ipscan3-binary/3.0-beta4/ipscan-3.0-beta4.exe/download)
www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com